TPF MUI Minta Insiden Cikeusik Jangan Dikomentari Tanpa Data

TPF MUI Minta Insiden Cikeusik Jangan Dikomentari Tanpa Data

- detikNews
Rabu, 16 Feb 2011 17:36 WIB
Jakarta - Semua kalangan angkat bicara menanggapi terulangnya kasus penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta semua pihak menahan diri dan berbicara sesuai data.

"Saya lihat komentator pengamat sangat subjektif, bias," ujar Ketua Tim Pencari Fakta (TPF), Utang Ranuwijaya, di Gedung MUI Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (16/2/2011).

Harusnya semua pihak menahan diri, daripada asal bicara. Sebab berkomentar tanpa data yang valid, kecenderungannya menjadi provokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada kecenderungan tidak menginput data lengkap,Β  cenderung provokator," keluh pria yang juga menjabat sebagai ketua komisi pengkajian dan penelitian MUI ini.

Utang berharap semua pihak hendaknya mengeluarkan komentar setelah memiliki pendapat yang jelas. Komentator jangan memperkeruh suasana dengan memojokkan pihak tertentu.

"Berikan komentar dengan melengkapi datanya secara berimbang, dan tidak perlu memojokan pihak-pihak tertentu," pintanya.

Namun Utang tidak menjelaskan secara spesifik siapa komentator yang dia maksud.

MUI telah membentuk TPF yang berjumlah 11 orang. Tim sudah bekerja sejak dua hari pasca penyerangan di Cikeusik.

Tim menargetkan investigasi yang mereka lakukan rampung dalam waktu 1 bulan. Untuk terus melengkapi data, tim berharap bisa bertemu dengan pihak-pihak yang selama ini namanya ramai disebutkan dalam insiden itu.

(lia/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads