"Target satu bulan sudah final, hanya tim ini dalam limit waktu, karena kita ingin akurat, analisis, dan berimbang," ujar Ketua TPF, Utang Ranuwijaya, di Gedung MUI Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (16/2/2011).
Tim ini sudah terbentuk sejak dua hari insiden Cikeusik terjadi. Tim berjumlah 11 orang yang berasal dari MUI pusat, dibantu oleh tim dari Pemerintah Provinsi Banten, dan Kabupaten Pandeglang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, menurutnya, tidak ada temuan yang berbeda dengan Mabes Polri. Namun begitu, tetap saja TPF MUI akan mendalami segala informasi dari manapun tidak hanya dari kepolisian.
TPF lanjut Utang, menyebut insiden itu sebagai bentorkan bukan penyerangan. Pasalnya, kalau memang itu penyerangan kenapa hanya ada satu target yang diincar.
"Kita menyebutnya ini bentrokan. Karena kalau penyerangan kenapa hanya rumah Suparman, ini artinya bukan penyerangan, karena ini ditantang dipancing, dengan kesiapan alat," bebernya.
Tim juga berencana akan bertemu dengan Komnas HAM untuk bertemu Arif, pria yang mengambil video bentrokan. Tak hanya itu, juga berharap bisa bertemu dengan Suparman.
"Kalau bisa kita berharap bisa bertemu Arif, Deden, Suparman," harap Utang yang menjabat sebagai ketua komisi pengkajian dan penelitian MUI.
Hingga saat ini tim masih mengesampingkan apakah serangan itu atas arahan ormas tertentu. Yang jelas tim sedang mendalami sosok pria berpita biru yang terlihat di video youtube.
"Itu sedang didalamkan, pita biru ada, tapi belum terkuak. Tapi untuk kearah itu (ormas) itu kita kesampingkan, karena kita melihat ini personal," jelasnya.
(lia/gun)










































