Abang Becak Solo Tolak Bajaj
Senin, 17 Mei 2004 13:33 WIB
Solo - Setelah di Jakarta, bajaj disebut-sebut akan merambah ke Solo. Namun hingga kini belum ada satu pun surat atau pernyataan yang dikeluarkan Pemkot Solo maupun kabupaten-kabupaten di sekitarnya mengenai izin pengoperasian bajaj.Namun demikian, para pengayuh becak di Solo sudah merasa resah dengan alasan keberadaan bajaj akan terancam sumber penghidupannya. Sejauh ini sudah dua kali perwakilan pengemudi becak mendatangi DPRD Solo, Senin (10/5) dan hari ini Senin (17/5/2004).Hari ini sekitar 200 penarik becak mendatangi DPRD dengan membawa becak yang diparkir memenuhi halaman DPRD di Jalan Adi Sucipto. Sambil menunggu perwakilannya ditemui pimpinan DPRD, mereka menunggu dengan duduk di halaman atau tiduran di becak.Ketua DPRD Kota Solo, Bambang Mudiarto, kepada perwakilan pengemudi becak mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum pernah mendengar menerima rencana pengoperasian bajaj sebagai salah satu sarana transportasi di kota Solo. "Baik walikota maupun DLLAJ belum pernah memberitahu kami tentang hal tersebut," ujar Bambang sembari berjanji akan meminta penjelasan ke walikota.Kegelisahan para pengayuh becak ini didasarkan pada keberadaan sejumlah dealer di Solo yang mempromosikan bajaj. Dengan fakta itu mereka menyimpulkan bajaj akan dioperasikan di Solo menyaingi ribuan becak. Namun belum ada kejelasan pihak mana yang akan menggunakannya. "Kalau bajaj itu akan dioperasikan oleh kabupaten di luar Solo, kami tidak berwenang melarangnya," ujar Bambang.Selain meminta para penarik becak itu agar pulang dengan tertib, dia, juga berpesan agar penarik becak bersedia memenuhi peraturan yang ada. Menurutnya, dari 17 ribu unit becak yang beroperasi di Solo, baru sekitar 3.500 unit yang memiliki surat kelengkapan. "Kami minta para pemilik becak ini juga mau memenuhi kewajibannya, bukan hanya menuntut hak-haknya saja," ujar Bambang.Mendengar jawaban itu para penarik becak yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Becak Solo Raya (PPBSR) itu bersedia pulang dengan desakan agar DPRD menolak jika Pemkot meminta persetujuan pengoperasian becak. Selanjutnya sebagian dari mereka menuju ke kantor DLLAJ dengan tujuan yang sama.Sementara itu, Walikota Solo Slamet Suryanto saat dimintai konfirmasi masalah itu mengatakan bahwa hingga saat ini Pemkot belum pernah memikirkan memberi izin pengoperasian bajaj di Solo. "Saya akan meminta penjelasan kepada pihak DLLAJ mengapa sampai ada rumor bajaj seperti ini," kata Slamet."Rumor ini bisa meresahkan warga dan ribuan penarik becak. Saya harap para penarik becak bekerja kembali dengan tenang dan semua pihak tidak memperuncing keadaan dengan mengipasi-ngipasi mereka," lajutnya.
(nrl/)











































