Warga & Pedagang Tolak Rencana Pembangunan Fly Over Ciputat
Senin, 17 Mei 2004 13:26 WIB
Jakarta - Sejumlah warga dan pedagang keberatan terhadap rencana pembangunan fly over Ciputat. Alasannya, hal itu tidak signifikan menyelesaikan masalah.Kemacetan memang sepertinya sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kawasan Ciputat, Tangerang. Hampir setiap hari, khususnya pada jam-jam keberangkatan dan kepulangan kerja. Antrean kendaraan di Jl. Ir. Juanda dan Jl. Dewi Sartika, tepatnya di sekitar Pasar Ciputat, bisa mencapai ratusan meter.Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana membangun fly over di titik kemacetan tersebut. Dengan fly over ini pengendara diharapkan bisa terhindar dari kesemrawutan pasar Ciputat.Namun sejumlah warga dan pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang dan Pemilik Tanah (PPPT), mengaku keberatan dengan rencana Pemkab Tangerang itu. Menurut mereka, fly over bukan prioritas utama dan tidak signifikan mengatasi kemacetan."Sebab kemacetan tersebut lebih banyak disebabkan hilangnya terminal bus, kurangnya disiplin pengemudi, serta banyaknya pedagang kaki lima yang memakan banyak badan jalan," kata pengurus PPPT, Marsidang Sihombing kepada detikcom, Senin (17/5/2004).Sihombing juga mengatakan, Pemkab Tangerang tidak pernah melakukan musyawarah dengan warga. Tiba-tiba saja, kata Sihombing, sejumlah orang yang mengaku aparat Pemkab Tangerang melakukan pengukuran tanah.Hal lain yang juga menjadi persoalan adalah nilai ganti rugi yang ditawarkan Pemda sangat kecil. Padahal, tidak sedikit tanah dan bangunan mereka yang akan menjadi 'korban' pembangunan fly over tersebut."NJOP (nilai jual obyek pajak) di lokasi itu mencapai Rp 2 juta per meter. Kami mendengar ganti rugi yang akan diberikan hanya Rp 750 ribu. Itu juga baru katanya, kemungkinan bisa lebih kecil," kata pengurus PPPT lainnya, Revi H Suad."Pembangunan fly over itu akan memotong banyak bangunan kami. Untuk membangunnya kembali tentu membutuhkan biaya yang tidak murah, apalagi dalam kondisi perekonomian yang sedang sulit saat ini," imbuh Revi.Intinya, PPPT menilai pembangunan fly over Ciputat itu lebih banyak menimbulkan kerugian. PPPT berharap Pemkab kembali mempertimbangkan rencana tersebut."Untuk mengatasi kemacetan kami mengusulkan agar terminal difungsikan kembali. Kemudian dilakukan penertiban pedagang, pemasangan rambu lalu lintas serta penegakan hukum yang tegas. Bisa juga dibuat jalan alternatif, yang nantinya juga bisa mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi," tutur Revi.PPPT sendiri adalah gabungan sejumlah pedagang dan pemilik tanah di kawasan Jl. Ir Juanda dan Dewi Sartika. PPPT mengaku, sedikitnya sudah 120 orang pedagang dan warga yang menyatakan diri bergabung. Keberatan PPPT ini juga sudah disampaikan kepada Pemkab Tangerang, namun hingga kini belum ada tanggapan.
(djo/)











































