Menag: Fanatisme & Militansi Beragama karena Pengaruh Luar

Menag: Fanatisme & Militansi Beragama karena Pengaruh Luar

- detikNews
Senin, 17 Mei 2004 12:21 WIB
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Said Agil Al Munawwar menyatakan, fanatisme dan militansi muncul bukan akibat pendidikan agama di sekolah-sekolah, melainkan karena pengaruh dari luar. Fanatisme dan militansi muncul dari kalangan pemeluk agama yang memahami agamanya secara dangkal dan kurang menyeluruh.Demikian disampaikan Said kepada wartawan mengomentari pidato sambutan Presiden Megawati saat membuka Rakor Departemen Agama (Depag) di Istana Negara, Jl.Veteran, Jakpus, Senin (17/5/2004)."Tidak semua begitu, ada kelompok-kelompok yag memahami teks-teks agama itu sepihak, tidak mendalami, itu yang kita sebut kedangkalan dalam memahami agama. Sebelulnya tidak seharusnya begitu. Harus dipahami secara universal," papar Said.Said menegaskan, pemahaman seperti itu bukan karena kurikulum pendidikan agama di Indoneisa, melainkan lebih karena faktor pengaruh dari luar. "Bukan metode yang salah, tapi pengaruh dari luar yang masuk dan memberikan penafsiran sendiri," pendapat Said.Pengaruh dari luar itu, kata Said, menimbulkan perasaan paling benar sendiri, paling hebat sendiri, dan menimbulkan gerakan ekstrem. "Seperti pengertian sepihak yang harus dipahami secara universial, bukan dalam bentuk angkat senjata, membunuh orang, dll sehingga gerakan seperti itu harus diluruskan," demikian Said. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads