FPI: Kalau Tak Mau Dicubit, Presiden Jangan Mencubit

FPI: Kalau Tak Mau Dicubit, Presiden Jangan Mencubit

- detikNews
Rabu, 16 Feb 2011 14:33 WIB
FPI: Kalau Tak Mau Dicubit, Presiden Jangan Mencubit
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) mengingatkan Presiden SBY untuk berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan. Bila tidak ingin mendapat reaksi balasan bernada negatif dari pihak terkait, maka sebaiknya jangan menyampaikan pernyataan yang dapat dinilai sebagai ancaman.

Demikian kata Wakil Ketua FPI, Salim Alatas, menanggapi kontroversi mengenai seruan FPI untuk menggulingkan pemerintahan SBY. Ini dia sampaikan usai mengikuti pemusnahan DVD porno dan minuman keras ilegal di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (16/2/2011).

"Kalau presiden tidak mau dicubit, ya jangan nyubit," ujar Salim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menegaskan bahwa FPI sepenuhnya patuh pada hukum dan selalu kooperatif dengan aparat penegak hukum. Tapi dia mengingatkan FPI tidak akan tinggal diam bila ada ormas Islam yang pemerintah bubarkan.

"Jangan coba-coba menyebut ormas Islam dibubarkan. Kalau ada yang dibubarkan, FPI tidak akan tinggal diam," tegas Salim.
Β 
Mendapat jawaban yang demikian, wartawan langsung memberikan klarifikasi. Bahwa yang Presiden SBY perintahkan kepada aparat penegak hukum bubarkan adalah ormas yang anarkis, sama sekali tidak disinggung soal ormas Islam.

"Kan yang mau dibubarkan itu ormas anarkis dan itu belum tentu FPI lho. Apakah memang FPI anarkis? FPI anarkis apa nggak sih, Pak?" tanya wartawan bersahutan.

"Sekali lagi saya tegaskan, yang kami lakukan adalah amal ma'ruf nahi mungkar. Misalnya mau menggerebek diskotik, tempat maksiat atau aliran sesat, sebelumnya kita sudah bersurat ke polisi," jawab Salim.

Jadi bagaimana kalau ormas anarkis dibubarkan? "Silakan saja. Tetapi lihat juga presiden ini membubarkan ormas dasarnya apa dan sejauh mana anarkismenya. Kan ada UU-nya. Terlebih dahulu harus ada teguran, pembekuan baru pembubaran," balas Salim. (lh/fay)


Berita Terkait