"Saya tidak tahu kelompok apa. Tadi pagi Pak Gubernur menelepon saya, jadi ini sudah berkali-kali. Sudah semacam .... bukan kebiasaan yah. Tapi sering terjadi di tempat itu juga oleh kelompok itu juga seperti perkelahian antar kampung," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto.
Djoko mengatakan itu saat ditemui usai rapat tentang reformasi birokrasi di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djoko berharap penyerangan di Pasuruan tidak terkait dengan insiden lainnya seperti di Cikeusik atau Temanggung.
Aparat Kepolisian dan BIN, lanjut Djoko, juga bekerja untuk mencari tahu apakah kejadian di Pasuruan ada hubungannya dengan kejadian sebelumnya. Hingga kini polisi telah menetapkan 3 orang dan menahannya.
"Saya kira yang luka-luka itu kan mestinya tahu kelompok-kelompok siapa yang menyerang mereka. Sementara ini baru yang ada di situ yang tahu betul siapa orang-orangnya. Nantinya pasti akan ada (penahanan) setelah ada titik terang dan alat buktinya ada," kata dia.
Djoko meminta, Kepolisian harus tegas dalam menyelesaikan permasalahan itu. Pihaknya juga akan mengawal Kepolisian agar penyerangan di Pasuruan diusut tuntas.
"Tindakan hukum saya kira berkali-kali saya sampaikan Kepolisian bahwa tindakan hukum adalah satu-satunya kunci sekarang. Tindakan hukum yang tegas itu dulu yang diterapkan yang harus dikerjakan. Ya kita kawal Kepolisian untuk itu," tutupnya.
(nik/nrl)











































