"Jadi ini ada 3 unsur. Unsur pertama pembunuhan, unsur kedua pemerkosaan, dan unsur ketiga perampasan atau perampokan," kata Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa Iptu Dalby saat dihubungi detikcom, Rabu (16/2/2011).
Namun apa yang dirampok dari Agnes, Dalby enggan menjelaskan. Berdasarkan kesaksian dari pihak keluarga, Agnes diketahui memang sering membawa uang cukup banyak di dompetnya. Tapi saat mayat Agnes ditemukan, tidak ada identitas apapun di sekitar lokasi, apalagi dompet atau tas korban.
"Katanya dia sering bawa duit banyak. Ya tidak juga (kaya). Tapi dia punya usaha kecil-kecilan. Tapi di TKP kita nggak temukan identitas dan barang lainnya sudah tidak ada," jelasnya.
Dalby mengatakan, diduga Agnes dibunuh 3 hari sebelum diotopsi, yakni tanggal 11 Februari 2011. Agnes juga dibunuh di suatu tempat dan dibuang di Jl Joe, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dari hasil otopsi terdapat bekas benturan keras di kepala dan bekas cekikan di leher Agnes.
"Waktu diotopsi itu, sudah 3 hari meninggalnya. Kayaknya dia dibuang di situ," ujarnya.
(gus/fay)











































