"Tentu Presiden telah mendengar dan meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut dan menangkap pelaku," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha saat dihubungi detikcom, Rabu (16/2/2011).
Presiden, menurut Julian secara khusus memang belum memberi instruksi kepada Gubernur Jawa Timur untuk melakukan antisipasi-antisipasi terhadap kemungkinan kejadian serupa akan terjadi lagi di Jawa Timur. Namun Presiden telah meminta polisi untuk segera bertindak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi terus menyelidiki penyerangan Ponpes Al Ma'hadul Islami Yayasan Pesantren Indonesia. Pagi ini Satpidum Ditreskrim Polda Jatim melakukan olah TKP. Petugas juga mengumpulkan barang bukti di lokasi seperti batu yang seukuran dua kepalan tangan orang dewasa.
Seperti yang diberitakan, massa yang tidak dikenal mengenakan sarung sambil mengendarai sepeda motor, masuk ke dalam pintu gerbang dan melempari ponpes YAPI dengan lemparan batu, sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa (15/2/2011) kemarin. Belum diketahui pasti penyebab penyerangan ini.
(anw/gun)











































