ICRC Jemput 7 Wartawan & Sandera Lainnya

ICRC Jemput 7 Wartawan & Sandera Lainnya

- detikNews
Senin, 17 Mei 2004 10:26 WIB
Langsa - Tim ICRC dan tim negosiasi kembali bergerak ke Kecamatan Peudawah, Aceh Timur, Senin (17/5/2004). Mereka akan kembali melakukan negosiasi pembebasan sandera sipil yag masih tertinggal sekaligus menjemput 7 wartawan yang ganti "disandera" GAM pasca pembebasan Ferry Santoro dan 3 orang sipil lainnya pada Minggu kemarin (16/5/2004).Hingga kini belum ada deal jelas berapa orang yang akan dibebaskan. Yang jelas, puluhan wartawan tidak diizinkan ikut serta ke Peudawah dan terpaksa bertahan di Langsa, 60 km dari Peudawah.Seperti diberitakan, Ferry Santoro bebas, tim wartawan yang menjemputnya malah belum kembali. Tujuh wartawan yang menjemput juru kamera RCTI itu hingga kini masih bersama Gerakan Aceh Merdeka (GAM).Ketujuh wartawan itu adalah Wapemred RCTI Imam Wahyudi, A. Munir Nur (koresponden RCTI Aceh), Nani Afrida (wartawan The Jakarta Post Banda Aceh), Husni Arifin (wartawan harian Republika), Nezar Patria (Sekjen AJI), Salahudin (IFJ), dan dua aktivis lainnya.Menurut kuasa hukum GAM Alamsyah Hamdani, tujuh orang wartawan tersebut tidak bisa keluar dari wilayah yang dikuasai GAM karena alasan teknis keamanan.Namun, Komandan Operasi GAM Wilayah Perlak Ishak Daud, yang berhasil dihubungi beberapa wartawan, Minggu (16/5/2004) malam, menyatakan ketujuh orang ini untuk sementara waktu bersama mereka sampai 200 tawanan sipil lainnya dibebaskan.Konfirmasi dari pihak yang berwenang, baik dari Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh maupun Komite Palang Merah Internasional (ICRC), belum bisa diperoleh. Hingga kini status ketujuh wartawan tersebut belum jelas. Apakah belum belum bisa kembali karena semata alasan teknis keamanan, atau malah jadi sandera baru GAM.Sebelumnya, pada Jumat (14/5/2004) tujuh wartawan tersebut masuk ke wilayah yang dikuasai GAM untuk menjemput Ferry Santoro. Mereka datang ke titik pelepasan Ferry di Desa Peudawa Raya, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur. Dengan demikian hingga pagi ini sudah tiga malam mereka bersama GAM. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads