Tujuh Wartawan yang Jemput Ferry Masih Belum Kembali

Tujuh Wartawan yang Jemput Ferry Masih Belum Kembali

- detikNews
Senin, 17 Mei 2004 05:00 WIB
Banda Aceh - Ferry Santoro bebas, tim wartawan yang menjemputnya malah belum kembali. Tujuh wartawan yang menjemput juru kamera RCTI itu hingga kini masih bersama Gerakan Aceh Merdeka (GAM).Ketujuh wartawan itu adalah Wapemred RCTI Imam Wahyudi, A. Munir Nur (koresponden RCTI Aceh), Nani Afrida (wartawan The Jakarta Post Banda Aceh), Husni Arifin (wartawan harian Republika), Nezar Patria (Sekjen AJI), Salahudin (IFJ), dan dua aktivis lainnya.Menurut kuasa hukum GAM Alamsyah Hamdani, tujuh orang wartawan tersebut tidak bisa keluar dari wilayah yang dikuasai GAM karena alasan teknis keamanan. Namun, Komandan Operasi GAM Wilayah Perlak Ishak Daud, yang berhasil dihubungi beberapa wartawan, Minggu (16/5/2004) malam, menyatakan ketujuh orang ini untuk sementara waktu bersama mereka sampai 200 tawanan sipil lainnya dibebaskan.Konfirmasi dari pihak yang berwenang, baik dari Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh maupun Komite Palang Merah Internasional (ICRC), belum bisa diperoleh. Hingga kini status ketujuh wartawan tersebut belum jelas. Apakah belum belum bisa kembali karena semata alasan teknis keamanan, atau malah jadi sandera baru GAM.Sebelumnya, pada Jumat (14/5/2004) tujuh wartawan tersebut masuk ke wilayah yang dikuasai GAM untuk menjemput Ferry Santoro. Mereka datang ke titik pelepasan Ferry di Desa Peudawa Raya, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur. Dengan demikian hingga pagi ini sudah tiga malam mereka bersama GAM. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads