Majelis Syuriah: Pengurus NU Jangan Memihak Capres Tertentu
Senin, 17 Mei 2004 03:43 WIB
Rembang - Majelis Syuriah (Pimpinan Tertinggi) PBNU mengeluarkan amanat agar pengurus NU di seluruh jajaran memberi penjelasan yang jernih kepada warga Nahdliyin. Pengurus NU diminta tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengesankan memihak pada salah satu figur capres-cawapres.Demikian satu dari delapan point hasil rapat Syuriah PBNU yang berlangsung di Hotel Puri Indah, Jl. Pemuda, Rembang, Jawa Tengah. Keputusan dibacakan Rais Syuriah PBNU KH Mustofa Bisri seusai rapat, Minggu (16/5/2004) pukul 23.30 WIB.Tujuh point lainnya, adalah; satu, PBNU merasa bangga karena komponen bangsa masih memperhitungkan NU dalam proses perjuangan dan pembangunan bangsa. Ini terbukti dengan diajaknya tokoh-tokoh NU oleh partai politik untuk tampil sebagai capres atau cawapres.Kedua, banyaknya tokoh NU yang terlibat dalam proses pencalonan capres-cawapres, dipandang sebagai rahmat Tuhan dan menjadi pendidikan politik bagi warga NU dalam menggunakan haknya dan menentukan pilihannya.Ketiga, Syuriah PBNU memandang semua kandidat capres-cawapres memiliki itikad baik dan kemampuan untuk memimpin negeri ini menuju kehidupan yang lebih baik, maju dan bermartabat.Keempat, Syuriah PBNU mengingatkan semua pihak, khususnya para kandidat dan pendukung masing-masing untuk bersaing dengan menggunakan cara-cara yang terhormat dan sportif. "Di dalam kampanye hendak lah masing-masing kandidat dan pendukungnya tidak menggunakan cara-cara yang tidak terpuji seperti menyebarkan fitnah dan menjelek-jelekkan pihak lain," ujar Gus Mus.Keenam, kepada tokoh-tokoh NU yang terlibat dalam pencalonan, Syuriah PBNU berpesan agar mereka menata hati dan niat yang tulus lillahi ta'ala untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara.Ketujuh, Syuriah PBNU mengimbau rakyat Indoensia, khususnya warga NU, agar ikut mensukseskan pemilihan presiden dengan sikap dewasa seperti yang ditunjukkan dalam pemilu legislatif yang lalu."Kepada kiai di lingkungan NU untuk senantiasa kompak membantu NU dalam menjaga khitahnya dan memberi arahan kepada warga menghadapi pilpres mendatang," ujar Gus Mus di akhir pembacaan hasil rapat.Untuk diketahui, selain delapan point tersebut, Majelis Syuriah NU juga menetapkan untuk menonaktifkan Ketua umum PBNU Hasyim Muzadi yang menjadi cawapres Mega. Syuriah PBNU juga mengabulkan permintaan Gus Solah mundur sebagai Ketua PBNU karena menjadi cawapres Wiranto.Dalam kesempatan itu Gus Mus juga menjelaskan Syuriah PBNU akan mengundang seluruh pengurus PBNU untuk hadir pada rapat kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta, pada 29 Mei mendatang untuk mensosialisasikan putusan ini.
(gtp/)











































