Ikatan Keluarga Madura Dukung Mega-Hasyim
Senin, 17 Mei 2004 01:28 WIB
Surabaya - Dukung mendukung terhadap paket capres-cawapres dimulai lagi. Ikatan Keluarga Madura Indonesia (IKMI), Minggu (16/5/204) malam, menyatakan mendukung Megawati-Hasyim Muzadi agar terpilih dalam pemilihan presiden 5 Juni mendatang.Dukungan ini disampaikan Ketua IKMI H Mustofa kepada Mega-Hasyim saat keduanya menghadiri peringatan Maulud Nabi SAW yang digelar IKMI di Jalan Sidorame, Surabaya, Jawa Timur."Kami dari Ikatan Keluarga Madura Indonesia mendoakan kepada pasangan ibu Mega dan kiai Hasyim agar terpilih dalam pemilu mendatang. Sikap ini tidak ada rekayasa dari mana pun. Ini muncul dari bawah," kata Mustofa saat memberikan sambutan dengan logat khas Maduranya.Mendengarkan pernyataan yang di luar dugaan itu, Mega terlihat tersipu malu. Begitu pula Hasyim Muzadi yang duduk di sampingnya. Namun terlihat jelas raut wajah keduanya berbinar-binar. Keduanya juga beberapa kali terlihat berbincang serius. Mega, Ketua umum PDIP yang juga Presiden RI, tiba di lokasi acara sekitar pukul 20.00 WIB. Ikut dalam rombongan Menteri Agama Said Aqiel Munawar, Muspida Provinsi Jatim, Sekjen PDIP Sutjipto dan Wasekjen Pramono Anung. Sebelum meninggalkan lokasi acara pada pukul 21:30 WIB, rombongan Presiden menyempatkan singgah di rumah Mustofa yang lokasinya hanya beberapa meter dari lokasi peringatan Maulud Nabi.Bukan Safari PolitikKepada wartawan, Hasyim Muzadi menolak jika kedatangan mereka disebut sebagai safari politik untuk mencari dukungan. "Ini silahturahim saja dengan kiai-kiai. Karena selama ini kita memang belum ketemu. Jadi bukan lah semata-mata safari politik," tegas pengasuh Ponpes Al Hikam, Malang ini.Tapi, belakangan ini frekuensi kunjungan Mega ke Jatim memang meningkat. Belum lama Mega juga melakukan kunjungan ke Lumajang dan Lamongan. Di kedua kota itu, para ulama yang hadir juga menyatakan dukungannya kepada duet Mega-Hasyim. Pekan depan Mega, selaku Presiden RI, juga akan melakukan kunjungan kerja ke Bangkalan, Madura. Jadi tidak salah jika ada yang mengartikan itu sebuah safari politik untuk menggalang dukungan.
(gtp/)











































