MUI Imbau Masyarakat Tidak Terpancing Isu SARA

MUI Imbau Masyarakat Tidak Terpancing Isu SARA

- detikNews
Rabu, 16 Feb 2011 06:49 WIB
MUI Imbau Masyarakat Tidak Terpancing Isu SARA
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing emosi pada isu-isu SARA (Suku, Agama dan Ras). Jika ada konflik, sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian sehingga tidak terjadi main hakim sendiri.

"Masyarakat agar tidak mudah terpancing isu," ujar Ketua MUI, Amidhan kepada detikcom, Selasa (15/2/2011).

Amidhan mengatakan, Islam tidak mengajarkan seseorang untuk menjadi pemarah meski dipancing atau diprovokasi. Oleh karena itu, jalan satu-satunya adalah dengan cara menahan diri dan bermusyawarah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ulama jangan frustasi dalam membimbing umat. Para nabi saja tidak benci kepada umat yang dibimbingnya," tuturnya

Kepolisian, lanjut Amidhan, harus tegas dalam menangani kasus kekerasan yang sering terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat harus menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian jika ada suatu konflik.

"Saya kira pertama kalau ada konflik itu harus ditangani oleh penegak hukum. Dan yang menangani harus kuat dan tegas," imbuhnya.

Amidhan tidak menampik jika dalam sebuah peristiwa kekerasan berlatar belakang agama, sudah ada yang mendesain. Namun ia tidak mau bicara lebih jauh dulu karena ini masuk ke ranah hukum yang harus diungkap oleh kepolisian.

"Pasti ada yang mendesainlah. Kepentingannya macam-macam, ada mengalihkan isu satu ke isu lainnya, ada kepentingan sengaja menggoyang melalui konflik agama. Saya tidak tahu persis, itu hanya asumsi dan kebenarannya masih jauh," ungkapnya.

"Kalau kita terpancing yang mendesain itu merasa berhasil," tutupnya.

Dalam beberapa waktu terakhir ini rentetan konflik yang berlatar agama terus terjadi. Mulai dari penyerangan warga Ahmadiyah di Cikeusik, Banten, kerusuhan Temanggung akibat ketidakpuasan warga terhadap putusan seorang terdakwa penistaan agama, hingga yang terbaru adalah penyerangan Pondok Pesantren Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Pasuruan oleh sekelompok orang tidak dikenal.
(mpr/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads