"Rangkaian kekerasan mengatasnamakan agama ini patut diduga tidak dilakukan spontan, ada yang merumuskan skenario," kata Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Hal itu disampaikan Anas sebelum acara Dialog Desa 'Reposisi Desa dan Pedesaan, mencermati RUU Desa' di Hotel Bidakara, Jl MT Haryono, Selasa (15/2/2011) bersama ratusan aparat desa se-Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aparat intelijen harus bekerja ada apa sesungguhnya ini, karena bukan saja mengancam ketertiban umum tapi juga demokrasi," ujar Anas.
Ponpes Al Ma'hadul yang terletak di Desa Kenep, Kecamatan Beji, Pasuruan, diserang ratusan orang bersarung. Penyerangan yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB itu terjadi sekitar 5-10 menit. Saat ini, polisi dari Polres Pasuruan dan di-backup 2 Kompi Brimob Polda Jatim, sudah mengembalikan situasi kembali kondusif. Akibat penyerangan massa tak dikenal itu, 6 santri luka-luka.
Kejadian tersebut merupakan kali ketiga setelah kasus penyerangan Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Banten dan peristiwa kerusuhan di Temanggung yang mengakibatkan sejumlah rumah ibadah rusak diamuk massa.
(ahy/mok)











































