Anas Duga Konflik Atas Nama Agama Sudah Diskenariokan

Anas Duga Konflik Atas Nama Agama Sudah Diskenariokan

- detikNews
Selasa, 15 Feb 2011 21:15 WIB
Jakarta - Aksi brutal yang mengatasnamakan agama kembali terjadi. Setelah Cikeusik dan Temanggung, kini giliran Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ma'hadul di Pasuruan, Jawa Timur. Konflik yang terjadi belakangan ini disinyalir sudah ada yang merancang.

"Rangkaian kekerasan mengatasnamakan agama ini patut diduga tidak dilakukan spontan, ada yang merumuskan skenario," kata Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Hal itu disampaikan Anas sebelum acara Dialog Desa 'Reposisi Desa dan Pedesaan, mencermati RUU Desa' di Hotel Bidakara, Jl MT Haryono, Selasa (15/2/2011) bersama ratusan aparat desa se-Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anas meminta polisi bersikap lebih tegas saat di lapangan. Anas juga berharap penegak hukum mampu mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di balik 3 konflik yang mengatasnamakan agama tersebut.

"Aparat intelijen harus bekerja ada apa sesungguhnya ini, karena bukan saja mengancam ketertiban umum tapi juga demokrasi," ujar Anas.

Ponpes Al Ma'hadul yang terletak di Desa Kenep, Kecamatan Beji, Pasuruan, diserang ratusan orang bersarung. Penyerangan yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB itu terjadi sekitar 5-10 menit. Saat ini, polisi dari Polres Pasuruan dan di-backup 2 Kompi Brimob Polda Jatim, sudah mengembalikan situasi kembali kondusif. Akibat penyerangan massa tak dikenal itu, 6 santri luka-luka.

Kejadian tersebut merupakan kali ketiga setelah kasus penyerangan Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Banten dan peristiwa kerusuhan di Temanggung yang mengakibatkan sejumlah rumah ibadah rusak diamuk massa.
(ahy/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads