"Penyerangan ini sudah hampir setahun. Tapi sempat reda. Nah sekarang ada lagi,
ya mungkin ini terilhami dengan adanya kekerasan atas nama agama akhir-akhir
ini," kata Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rakhmat saat dihubungi melalui telepon oleh detikcom, Selasa (15/2/2011).
Lebih lanjut Kang Jalal mengungkapkan konflik Ponpes Al Ma'hadul Islam dengan
warga sekitar, bukan pertentangan syiah dan sunni. Kata dia, ponpes tersebut bukan penganut syiah. Namun, pendiri ponpes itu simpatik terhadap aliran syiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan, ratusan massa yang tidak dikenal mengenakan sarung sambil mengendarai sepeda motor menyerbu dan melempari ponpes dengan batu, sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat ini, polisi dari Polres Pasuruan dan di-backup 2 Kompi Brimob Polda Jatim, sudah mengembalikan situasi kembali kondusif. Menurut pengurus Pondok Pesantren Al Ma'hadul Islam, Muhammad Alwi, akibat penyerangan massa tak dikenal itu, 6 santri luka-luka.
Alwi mengatakan, penyerangan pada ponpes itu terjadi sejak lama. Selama tiga tahun belakangan, lanjut Alwi, ponpes sudah diserang sebanyak 7 sampai 8 kali. Namun sayangnya polisi tidak tanggap untuk melakukan pencegahan.
(ern/vit)










































