"Itu bukan pesantren syiah. Itu pesantren ahli sunnah, yang diajarkan di sana bukan syiah. Namun dulu kyai pesantren sana Husein al Habshy simpati terhadap syiah, dan penduduk sekitar menganggap pesantren itu syiah," ujar Jalaluddin saat dihubungi detikcom melalui telepon, Selasa (15/2/2011).
Menurutnya penyerangan terhadap pesantren itu sudah berlangsung lama, lebih dari
satu tahun. "Di lingkungan sana, setiap minggu selalu ada pengajian yang memprovokasi jamaahnya agar menyerang pesantren Al Ma'hadul Islam. Itu jelas-jelas terdengar melalui speaker yang keras," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
selalu menjadi sasaran itu asrama putri, karena letaknya berada paling dekat jalan," kata Kang Jalal.
Meski bukan syiah dan juga bukan anggota IJABI, Kang Jalal menyatakan pihaknya pernah mengirim pengacara ke Pasuruan untuk menyelesaikan masalah ini. "Saya lupa kapan persisnya. Pengacara itu menghubungi polisi dan pihak lainnya. Nah setelah itu sempat reda beberapa bulan tak ada penyerangan, tapi sekarang ada lagi," sesalnya.
Seperti diberitakan, ratusan massa yang tidak dikenal mengenakan sarung sambil mengendarai sepeda motor menyerbu dan melempari ponpes dengan batu, sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat ini, polisi dari Polres Pasuruan dan di-backup 2 Kompi Brimob Polda Jatim, sudah mengembalikan situasi kembali kondusif. Akibat penyerangan massa tak dikenal itu, 9 santri luka-luka.
(ern/vit)










































