Massa yang tak diketahui asal-usulnya itu begitu tiba langsung melakukan pengerusakan pos satpam. Puas melampiaskan kemarahannya di pos satpam, massa pun menyerbu ke dalam pondok.
Mereka langsung melempari santri dan bangunan pondok dengan dengan batu. Para santri pun melawan dan melakukan pembelaaan diri dengan balik menyerang dengan batu.
Setelah dilakukan perlawanan, massa pun pergi. "Penyerbuan massa berlangsung sekitar 5-10 menit," kata Ketua Yayasan Ponpes Al Ma'hadul Islam, Muhsin kepada detiksurabaya.com di lokasi, Selasa (15/2/2011).
Pascapenyerangan itu, pengurus ponpes lapor ke polisi. Muhsin tidak mengetahui akar persoalan terjadinya penyerangan. "Kalau penyerangan ini didasarkan perbedaan pemahaman kan bisa diomongkan dengan baik-baik," kata Muhsin menyesalkan tindakan anarakis itu.
Pelaku maupun motif penyerangan Ponpes Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YPAI) di Bangil Pasuruan masih buram. Polisi masih melakukan penyelidikan.
Seperti diberitakan, ratusan massa yang tidak dikenal mengenakan sarung sambil mengendarai sepeda motor menyerbu dan melempari ponpes dengan batu, sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat ini, polisi dari Polres Pasuruan dan di-backup 2 Kompi Brimob Polda Jatim, sudah mengembalikan situasi kembali kondusif. Akibat penyerangan oleh massa tak dikenal itu, 9 santri menderita luka-luka.
(gik/vit)











































