Penyerangan Ponpes Al Ma'hadul Islam Bukan yang Pertama Kali

Penyerangan Ponpes Al Ma'hadul Islam Bukan yang Pertama Kali

- detikNews
Selasa, 15 Feb 2011 19:05 WIB
Jakarta - Penyerangan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Pasuruan, Jawa Timur, ternyata bukan pertama kali ini terjadi. Namun dari sejumlah serangan yang dilakukan, insiden siang tadi memang yang paling besar.

"Jadi sebetulnya penyerangan seperti ini sudah sering dilakukan ke pondok kita. Tapi tadi siang itu yang paling besar," ujar pengurus Pondok Pesantresn Al Ma'hadul Islam, Muhammad Alwi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (15/2/2011).

Alwi menceritakan, biasanya para penyerang ini hanya melempar batu saja dari luar. Namun kali ini mereka berani merangsek masuk hingga ke dalam pesantren dan langsung memecahkan kaca-kaca ruang kantor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka datang sekitar 200 orang dan kemudian masuk ke rumah kita setelah sebelumnya meleparkan batu dengan ukuran yang cukup besar. Mereka juga memecahkan kaca-kaca ruang kantor yang akhirnya terjadilah perkelahian dengan murid kita sekitar pukul 15.00 WIB," jelasnya.

Menurut Alwi, insiden penyerangan seperti ini mulai terjadi sejak tiga tahun lalu. Meskipun tidak rutin, penyerangan itu biasanya terulang dalam hitungan bulan.

"Kita sudah berdiri 30 tahun, tapi tiga tahun belakangan ini saja kita dibeginikan," jelasnya.

Alwi menambahkan, pihak pesantren sebenarnya sudah mencurigai kelompok tertentu dibalik penyerangan selama ini. Tapi dia enggan menjelaskan secara detil siapa kelompok yang mereka curigai selama ini.

"Infonya itu, biasanya mereka yang melakukan serangan itu berasal dari kelompok pengajian yang ada di daerah atas. Kelompok pengajian itu bukan aliran tertentu tapi terdiri dari beberapa kalangan dan kita menduga ada yang sengaja memanas-manasi kelompok ini untuk menyerang kita," beber Alwi tanpa menjelaskan daerah mana yang dia maksudkan.

"Ada provokatornya ini, orang selama ini baik-baik saja kok," tegasnya.
(lia/vit)


Berita Terkait