"Saat ini belum ada permintaan maaf dari pemerintah bahwa negara lalai atas jatuhnya korban jiwa yang dipicu peristiwa-peristiwa tersebut," kata anggota Badan Pekerja Lintas Agama Melawan Kebohongan, Chalid Muhammad.
Pernyataan tersebut dikatakannya saat jumpa pers di Kompleks Liga Mas Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan, di sela-sela konsolidasi dengan mahasiswa se-Jabodetabek untuk menyikapi kebohongan pemerintah, Selasa (15/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembubaran ormas bukan solusi tepat untuk tidak berulangnya siklus kekerasan di Indonesia," ujarnya.
Menurut Chalid yang paling penting adalah penegakkan hukum sehingga masyarkat bisa merasa aman. "Tangkap dan adili dalang dan pelaku Cikeusik atau Temanggung," imbuhnya.
(nal/vit)











































