Pemerintah Dituntut Minta Maaf Atas Insiden Cikeusik & Temanggung

Pemerintah Dituntut Minta Maaf Atas Insiden Cikeusik & Temanggung

- detikNews
Selasa, 15 Feb 2011 17:02 WIB
Jakarta - Insiden berdarah di Cikeusik dan aksi pengerusakan sejumlah rumah ibadah di Temanggung merupakan salah satu contoh kegagalan pemerintah dalam melindungi bangsanya. Pemerintah dituntut meminta maaf kepada masyarakat terkait peristiwa Cikeusik.

"Saat ini belum ada permintaan maaf dari pemerintah bahwa negara lalai atas jatuhnya korban jiwa yang dipicu peristiwa-peristiwa tersebut," kata anggota Badan Pekerja Lintas Agama Melawan Kebohongan, Chalid Muhammad.

Pernyataan tersebut dikatakannya saat jumpa pers di Kompleks Liga Mas Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan, di sela-sela konsolidasi dengan mahasiswa se-Jabodetabek untuk menyikapi kebohongan pemerintah, Selasa (15/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disinggung mengenai adanya rencana pemerintah untuk membubarkan ormas yang dinilai sering berbuat anarki, Chalid menganggap langkah tersebut kurang tepat.

"Pembubaran ormas bukan solusi tepat untuk tidak berulangnya siklus kekerasan di Indonesia," ujarnya.

Menurut Chalid yang paling penting adalah penegakkan hukum sehingga masyarkat bisa merasa aman. "Tangkap dan adili dalang dan pelaku Cikeusik atau Temanggung," imbuhnya.

(nal/vit)


Berita Terkait