Gogon Desak PBB Tarik Dukungannya Terhadap SBY-Kalla

Gogon Desak PBB Tarik Dukungannya Terhadap SBY-Kalla

- detikNews
Minggu, 16 Mei 2004 15:21 WIB
Jakarta - Ketua DPP PBB Ahmad Sumargono mendesak partainya menarik dukungan yang diberikan kepada pasangan SBY-Kalla. Dia menyarankan PBB membebaskan massanya memilih capres pilihannya sendiri.Hal itu disampaikan Gogon, panggilan akrabnya, di sela-sela menghadiri aksi solidaritas terhadap Irak yang digelar PKS di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakpus, Minggu siag (16/5/2004). Selain PBB, yang mendukung SBY-Kalla adalah PKPI. Yusril Ihza Mahendra sebagai ketum PBB hadir dalam deklarasi SBY-Kalla pada awal pekan lalu.PBB menggelar rakornas pada Minggu malam nanti di Hotel Sahid. Gogon menyatakan, pertemuan nanti malam tidak ada gunanya. Sebab dukungan resmi DPP DPP telah terlanjur diberikan pada SBY-Kalla sebelum mendapat kesepakatan dari daerah-daerah."Rakornas nanti malam hanya akan menjadi ajang pembenaran, walaupun niatnya untuk klarifikasi," kata Gogon.Menurut pria bercambang ini, banyak daerah yang keberatan atas bergabungnya PBB dalam lingkaran PD-PKPI. "Sebagian besar wilayah atau pengurus daerah justru menginginkan PBB mendukung capres dari tokoh Islam," kata Gogon. Dia mencontohkan DPW PBB Makassar dan Aceh yang sudah menyatakan dukungannya pada Amien Rais."Dukungan itu menunjukkan telah terjadi perpecahan antara kebijakan daerah dengan pusat sehingga mengakibatkan pecahnya suara pada pilpres mendatang," kata Gogon.Gogon menyarankan agar lebih baik PBB mundur dari MoU pencalonan SBY-Kalla yang ditandatangani Yusril dan Sekjen MS Kaban. "Bila kebijakan itu terus dipaksakan akan menjadi preseden ketidakpatuhan dan ketidakkompakan pengurus pusat dan daerah. Hal ini tentunya berbahaya bagi kewibawaan DPP PBB," pendapat Gogon.Setelah mundur dari MoU koalisi, PBB akan kehilangan haknya untuk mencalonkan capres sesuai aturan UU Pilpres. "Akan lebih baik bila pada pilpres nanti massa PBB dibebaskan untuk menjatuhkan pilihannya kerena dalam pilpres, peserta pemilu adalah tokoh dan bukan partai. Jadi meski nyoblos Wiranto atau SBY atau lainnya, tidak akan berpengaruh atau menimbulkan konflik internal PBB. Kalau Pak Yusril mendukung SBY, saya hormati. Tapi jangan bawa gerbong," kata Gogon.Kalau perpecahan di PBB makin meruncing apa Anda akan mundur? "Mundur itu alternatif terakhir. Kita lihat saja nanti malam," kata Gogon seraya menambahkan hanya sedikit daerah yang akan menghadiri rakornas PBB malam nanti. (nrl/)


Berita Terkait