Mengenal Sosok Antonius di Rusuh Temanggung yang Misterius

Mengenal Sosok Antonius di Rusuh Temanggung yang Misterius

- detikNews
Senin, 14 Feb 2011 19:57 WIB
Mengenal Sosok Antonius di Rusuh Temanggung yang Misterius
Semarang - Terlepas dari ada tidaknya desain, kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah, salah satunya dipicu Antonius Richmond Bawengan (50). Massa marah karena penyebar buku, brosur, dan selebaran yang menista agama, hanya divonis 5 tahun penjara. Siapa dia sebenarnya?

Tak ada rekaman detil soal identitas Antonius. Kepolisian mencatat, lelaki itu berasal dari Manado, tapi tinggal dan banyak beraktivitas di Jakarta. Ia mampir ke rumah kerabatnya di Temanggung, lalu tertangkap basah mengedarkan buku, brosur, dan selebaran yang menista agama, 23 Oktober 2010 lalu.

Setelah ditangkap di Jalan Kyai Kenal RT 03/ RW III Kranggan, Temanggung, Antonius menjalani pemeriksaan di kepolisian, diproses di kejaksaan, dan diajukan ke meja hijau. Sidang pertama digelar 20 Januari dan terakhir 8 Februari lalu yang kemudian berujung kerusuhan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Coba perlihatkan fotonya. Dia seumuran saya. Wajahnya, menjengkelkan," kata Kapolda Jateng Irjen Edward Aritonang saat berdialog dengan tokoh agama di Mapolda, Jalan Pahlawan Semarang,
Senin (14/2/2011).

Pernyataan Edward itu membuat tokoh agama dan petinggi Polda, tertawa. Terlihat betul, pucuk pimpinan Polri di Jateng itu sangat gemas dengan Antonius yang berdasarkan identitas diri tinggal di Perumahan Pondok Kopi RT 001 RW 009, Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur itu.

Beberapa saat kemudian, tokoh agama dan petinggi Polda segera memalingkan muka ke arah layar saat foto Antonius ditampilkan. Tampak, seorang lelaki berkacamata dengan muka innocent. Dia memegang papan identitas tersangka kasus penistaan agama sambil sedikit tersenyum.

Saat diinterogasi polisi, baik sebelum kasusnya masuk pengadilan maupun setelah kerusuhan 8 Februari lalu, Antonius mengaku suka mengambil bacaan dari internet, kemudian membukukannya.

"Hasilnya, ya buku, brosur, dan selebaran, yang ia sebarkan tersebut," kata Edward.

Beberapa 'hasil karya' Antonius diantaranya, "Ya Tuhanku Tertipu Aku", "Selamatkan Diri dari Dajjal dan Kiamat", dan lain-lain. Dari pemeriksaan, setidaknya ada 17 buku, brosur, dan selebaran yang belum disebar.

"Tidak jelas, untuk apa ia menyebarkan buku, brosur, dan selebaran yang menebar kebencian itu. Ia hanya mengaku suka melakukannya," kata Edward dengan wajah serius plus jengkel karena tak mendapat jawaban yang mendalam.

Dari hasil penelusuran, Antonius tak hanya menista agama Islam, tapi juga Kristen dan Yahudi. Itu jelas terlihat dari tulisan-tulisannya dalam buku, brosur, dan selebaran. "Katanya-katanya memang kasar," kata Edward.

Pernyataan itu diamini sejumlah tokoh agama yang hadir dalam dialog. Mereka menyebut kata-kata Antonius dalam buku, brosur, dan selebaran, tidak patut ditoleransi. "Sudah jelas menyebarkan kebencian," kata salah satu tokoh agama.

Sebagian kalangan menduga Antonius sengaja disusupkan untuk menciptakan kerusuhan. Namun sebagian lagi menganggap hanya kebetulan semata ia berada dan tertangkap yang kemudian menyulut kerusuhan di Temanggung.

"Yang kami lakukan saat ini adalah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk mengetahui siapa dia sebenarnya dan sepak terjangnya," tutup mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.

(try/ndr)


Berita Terkait