Pemerintah & Rakyat Diingatkan Tidak Terlena Urusan Pilpres
Minggu, 16 Mei 2004 13:57 WIB
Jakarta - Ketum PKS Hidayat Nurwahid mengingatkan pemerintah dan rakyat Indonesia untuk tidak terlena mengurusi Pemilu Presiden (Pilpres) dan melupakan agenda pembangunan penting lainnya.Hidayat menyatakan hal itu sebelum memimpin kegiatan Aksi Anti Penjajahan HAM di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakpus, Minggu (16/5/2004). Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB itu dihadiri 1.000-an kader dan simpatisan PKS. Hadir juga Sophan Sophiaan, Ahmad Soemargono dan pengurus PKS lainnya. Massa membawa bendera dan atribut PKS, dan gambar-gambar kebiadaban tentara AS di Irak."Salah satu tujuan acara ini adalah mengingatkan pada pemerintahan dan komponen bangsa agar saat ini tidak terlena dengan urusan pemilu. Dalam masa-masa demikian, justru merupakan kondisi rawan bagi Indonesia terhadap intervensi bangsa asing. Pada saat kita sedang sibuk pemilu, agenda penting bangsa lainnya belum diselesaikan. Agenda ini bisa menjadi celah intervensi bangsa-bangsa asing," urai Hidayat.Hidayat mencotohkan masalah terorisme seperti deportasi Abu Jibril, Al Faruq, Manuputty, yang hingga kini masih menyimpan tanda tanya. Hidayat menyatakan, pesan serupa ditujukan pada para capres. "Agar pada masa pemerintahannya nanti bisa menyiapkan program kerja tentang usaha-usaha untuk memantapkan kedaulatan bangsa. Saya khawatir nanti pada saat para capres berkuasa, Indonesia sudah compang-camping akibat intervensi asing," urai Hidayat seraya menyebut pelanggaran AS ke Irak sebagai terorisme yang luar biasa terhadap kemanusiaan.
(nrl/)











































