Wiranto Yakin Mega Tak Gunakan Isu HAM dalam Pilpres
Minggu, 16 Mei 2004 13:27 WIB
Denpasar -
Capres Partai Golkar Jenderal (Purn) Wiranto berkeyakinan, Presiden Megawati yang juga pesainganya dalam Pilpres 5 Juli tidak akan menggunakan isu tuduhan pelanggaran HAM kepada dirinya sebagai langkah untuk menjegal menuju kursi presiden."Saya mengharapkan dan saya yakin itu tidak dilakukan oleh Ibu Megawati sebagai presiden definitif sekarang atau pun sebagai salah satu capres yang akan bersaing dengan saya," kata Wiranto menanggapi pertemuan Mega dan Xanana membahas penyelesaian tuduhan pelanggaran HAM. Wiranto menyatakan hal usai dia dan Gus Solah bertemu koordinator wilayah daerah Partai Golkar se-Bali, NTB dan NTT di Hotel Grand Bali, Sanur, Bali, Minggu (16/5/2004)."Kalau dicampuradukkan antara kekuasaan dan hukum, atau dengan supremasi hukum diintervensi oleh kekuasaan/birokrasi saat ini, itu adalah sesuatu yang tidak betul. Sebab, dari pendekatan hukum, masalah ini sudah selesai dengan pengadilan ad hoc di Indonesia atas mandat PBB," papar Wiranto."Jika dari pendekatan politik, tidak lazim, karena untuk kepentingan politik internal kemudian mengorbankan warga negara untuk dimainkan oleh pengadilan asing. Tapi saya yakin bahwa tentu tidak dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Karena kita adalah bangsa yang bermartabat. Tapi itu terjadi, itu sangat menyedihkan dan akan membuat bangsa lebih terpuruk. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti itu," demikian Wiranto.Pertemuan Wiranto-Xanana dilakukan di Bali pada Sabtu malam (15/5). Mereka membicarakan masalah residual, khususnya akibat lepasnya Timtim dari Indonesia. Salah satu poin yang dibahas adalah pelanggaran HAM yang melibatkan Wiranto.
(nrl/)










































