Bappenas - PBB Perkuat Kerjasama untuk Perencanaan Pembangunan

Bappenas - PBB Perkuat Kerjasama untuk Perencanaan Pembangunan

- detikNews
Senin, 14 Feb 2011 18:10 WIB
Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terus berupaya membuat perencanaan yang matang terkait pembangunan nasional. Bappenas pun semakin mempererat kerjasama dengan badan-badan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mewujudkan hal tersebut.

Penguatan kerjasama antara Bappenas dengan PBB ditandai dengan penandatanganan rencana aksi lima tahunan oleh badan-badan PBB yakni, The Country Programe Action Plans (CPAP), The United Nations Development Programe (UNDP), United Nations Childrens Fund (Unicef) dan United Nations Population Fund (UNFPA), di Kantor Bappenas, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (14/2/2011) sore ini.

"Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional menggarisbawahi peran kunci dari badan-badan PBB untuk Indonesia. Ini merupakan langkah maju untuk meningkatkan target prioritas nasional dalam lima tahun ke depan," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Deputi SDM dan Kebudayaan Nina Sardjunani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Armida juga menekankan kerjasama antara Bappenas dengan badan-badan PBB. Menurutnya kerjasama tersebut sangat diperlukan guna menindaklanjuti isu-isu seputar pembangunan nasional.

Pihak PBB juga menyambut baik kerja sama dengan Bappenas ini. Koordinator PBB untuk Indonesia, El-Mostafa Benlamlih mengatakan PBB bisa mendapatkan hasil konkret dari program-programnya jika bekerja sama dengan pemerintah setempat.

"Bekerja bersama dengan pemerintah merupakan satu-satunya cara bagi kedua pihak untuk mendapatkan hasil positif," tutur Benlamlih dalam sambutannya sore ini.

"Kerja sama antara kedua belah pihak selama lima tahun ke depan perlu diubah menjadi meningkatnya kemampuan dari pemerintah di semua level," sambungnya.

Kerjasama antara Bappenas dengan PBB tersebut akan meliputi bidang kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, dan pada isu-isu seputar perkembangan populasi.

(fjr/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini