Tanggung Jawab PT. KA Hanya Keamanan di Stasiun
Minggu, 16 Mei 2004 11:52 WIB
Jakarta -
Malang benar para penumpang KA di Indonesia. Pasalnya, keamanannya selama menumpang KA tidak dijamin PT KA. PT KA sebagai penyedia layanan KA satu-satunya di Indonesia, hanya bertanggung jawab pada keamanan di stasiun saja.Demikian disampaikan Wakil Kepala Stasiun KA Jatinegara, Yaya Sunarya, saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, Jakarta Timur, Minggu (16/5/2004). Pada Kamis malam (13/5/2004), KA Serayu jurusan Jakarta-Kroya dibajak oleh 15-40 perampok yang menyamar sebagai pedagang asongan di antara wilayah Cikarang (Bekasi)-Cikampek (Karawang). Enam penumpang yang melawan perampok ditendang keluar gerbong. Dari semua penumpang, hanya 30 orang yang melapor kehilangan harta bendanya. Ini adalah perampokan atau mungkin pembajakan KA terbesar dalam sejarah per-KA-an di Indonesia. "Selaku pengelola stasiun, tanggung jawab kami sebatas keamanan di lingkungan stasiun, tidak sampai pada keamanan di KA, apalagi sepanjang perjalanan," kata Yaya Sunarya.Yaya mengaku takjub terhadap aksi perampokan KA Serayu yang sebelum insiden itu terjadi, KA itu sempat melintasi Stasiun Jatinegara. Bahkan ditengarai para perampok naik dari stasiun itu. "Seperti di film ya," komentarnya.Yaya menjelaskan, untuk pengamanan di KA maupun dalam perjalanan, diserahkan pada polisi. "Untuk setiap KA dikawal oleh 2 orang polisi. Sedangkan di stasiun pada setiap Jumat, Sabtu, Minggu yang merupakan hari ramai bagi penumpang, mendapat tambahan pengawalan dari Polda sebanyak 4 anggota Brimob," urai Yaya.Akhmad Sujadi, Humas Daop I PT KA yang baru, pada Sabtu kemarin menyatakan, akan membatasi lalu lintas asongan di atas KA. Tapi memang bukan perkara mudah melarang pedagang asongan berjualan di atas KA. Bahkan di atas KA eksekutif pun pedagang asongan kadang-kadang nekat nyelonong.
(nrl/)










































