"Kalau bisa kami dialokasikan anggaran siaga, karena kita tidak tahu kapan bencana terjadi," Kepala Basarnas Letjen Nono Sampono, usai bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/2/2011).
Menurut Nono, saat ini baru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saja yang mempunyai dana tanggap darurat. Dana tersebut digunakan BPNB bila terjadi bencana alam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nono menambahkan, Wakil Presiden Boediono sangat mendukung dialoksikannya dana siaga penyelamatan korban tersebut. Wapres berjanji akan menyampaikan keinginan Basarnas tersebut kepada Menteri Keuangan.
"Saya dengan Dirjen Anggaran akan mengelola ini. Tanggal 17 RDP dengan Komisi V DPR," imbuh Nono.
Mengenai berapa besaran dana siaga tersebut, Nono mengatakan pihaknya masih menghitung. Tapi patokannya sekitar 60 persen dari dana tanggap darurat yang dimiliki BNPB.
"Jadi dana itu kalau tidak digunakan harus kembali ke negara, tapi harus ada," tutupnya.
(irw/nwk)











































