Demikian disampaikan Ketua Badan Pekerja Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP Muhammad Rodjak di Kantor DPP PPP di Jl Diponegoro, Jakarta, Senin (14/2/2011).
"Daripada partai ini kanker, lebih baik segera dioperasi dan diobati, karena begitu rusaknya partai ini dan banyak konflik internal dari dalam PPP sendiri," ujar Rodjak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sama-sama warga PPP timbul kesadaran ingin mencari manfaat dan solusi," imbuh Rodjak.
Disampaikannya, tidak ada satu pun orang di PPP yang berkeinginan menjatuhkan pengurus. Kalaupun ada pergantian pengurus maka hal itu merupakan akibat dari upaya memperbaiki kerusakan.
"Fraksi di daerah-daerah mengeluhkan ketidaksolidan dan kami tidak ingin melihat partai ini mati di depan mata kami," sambung Rodjak.
Menurutnya, kinerja ketua umum partai sangat tidak demokratis. Seolah-olah ketua umum adalah kekuatan pusat, padahal di MPP ada 4 majelis yakni majelis partai, majelis pakar, majelis lembaga dan majelis syariah. Karena itu, pertimbangan dan saran dari majelis seharusnya menjadi perhatian serius pengurus harian pusat.
"Untuk itu kami kecewa kepada ketua umum. Padahal kita ingin membangun kekuatan di daerah-daerah. Ketua umum seolah-olah tidak memperhatikan partai. Kami kecewa terhadap Suryadharma Ali (Ketua DPP PPP)," lanjut Rodjak.
Di daerah-daerah, sambungnya, banyak terdapat konflik internal. Padahal seharusnya DPP pintar menyelesaikan masalah tersebut dengan baik. Rodjak menyampaikan, kini pihaknya tengah menunggu semua laporan dari Muswil dan Muscab hingga akhir Februari.
"Kami catat semua keberatan dari daerah, setelah itu keputusan atas keberatan itu kami ajukan ke pengurus harian pusat DPP untuk membuat kebijakan menyelesaikan konflik di internal. Kalau perlu kami usulkan adanya muktamar," tambah Rodjak.
Dia berpendapat, muktamar harus diangap penting. Sebab muktamar ibarat obat yang bisa menyembuhkan penyakit yang tengah diderita PPP. Rodjak juga menyebut, kerusakan partai juga dikarenakan ketua umumnya yang transaksional.
"Transaksional karena terlalu banyak mengumbar janji. Menjanjikan orang daerah menjabat posisi ini dan posisi ini. Dan sikap itu sudah menyebar hingga ke titik nadir dan ini yang kami mau berantas," bebernya.
Sejak kapan konflik internal ada? "Pertama kali dia (Suryadharma Ali) jadi menteri sudah terlihat. Tapi sekarang makin menjadi-jadi," kata Rodjak.
(vit/fay)











































