Satu Orang Tewas
Rumah Dinas PM Belanda Terbakar
Sabtu, 15 Mei 2004 21:39 WIB
Den Haag - Catshuis, rumah dinas Perdana Menteri Belanda, yang letaknya berdekatan dengan gedung Mahkamah Internasional, terbakar hari ini, Sabtu (15/5/2004). Satu orang dilaporkan tewas.Peristiwa naas itu terjadi pada jam 08.00 waktu setempat. Api dilaporkan mulai berkobar setelah didahului oleh sebuah ledakan. Petugas brandweer (pemadam kebakaran) seperti dikutip media Belanda mengatakan, ledakan tersebut kemungkinan bersumber dari kegiatan renovasi yang dikerjakan oleh dua orang pekerja bangunan.Salah satu dari pekerja tewas dalam peristiwa tersebut, namun temannya berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan manajer Cathuis, yang saat kejadian berada di lokasi, juga ikut selamat. PM JP Balkenende sendiri luput dari kemalangan karena kebetulan sedang pergi berlibur. Lagipula, Balkenende dan mantan PM Belanda lainnya tidak menempati rumah dinas untuk tempat tinggal sehari-hari. Rumah dinas itu hanya dipakai untuk menerima tamu negara. Untuk tinggal sehari-hari para PM Belanda menempati rumahnya sendiri.HebatKebakaran yang menimpa bangunan tahun 1652 itu cukup hebat. Pasukan brandweer sampai mengerahkan 11 mobil pemadam dengan kekuatan 30 personel. Lantai dasar bangunan sebagian besar ludes terbakar. Sementara sepertiga bagian bangunan dinyatakan rusak tidak dapat digunakan. Kerugian saat ini belum diketahui, tapi diperkirakan mencapai jutaan euro. Soalnya pemerintah Belanda, karena pertimbangan menghemat biaya, tidak mengasuransikan bangunan tersebut maupun bangunan lainnya milik kerajaan. Ditambah lagi, bangunan tersebut baru saja direnovasi dengan menelan biaya 16 juta euro (Rp 172,8 miliar). Pekerjaan yang sedang dilakukan dua pekerja bangunan tadi adalah bagian dari proses renovasi tersebut.Selain kerugian material, pemerintah Belanda juga kemungkinan tidak dapat menggunakan Catshuis untuk menerima para tamu negara selama periode menjadi ketua Uni Eropa yang akan dimulai pada Juni mendatang. Menteri Perumahan Rakyat dan Tata Ruang, yang membawahi pengelolaan semua gedung milik negara, saat ini sedang berupaya mencarikan tempat alternatif.
(es/)











































