Gus Dur Tolak Bertanggung Jawab Bila Pendukungnya Ngamuk
Sabtu, 15 Mei 2004 19:56 WIB
Jakarta - Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak mau bertanggung jawab bila keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan dirinya tak memenuhi syarat (TMS) capres menyebabkan massa pendukungnya mengamuk. Hal itu disampaikan Gus Dur dalam jumpa pers di kantor DPP PKB, Jl. Kalibata, Jakarta, Sabtu (15/5/2004) malam. Gus Dur lantas memberikan 2 opsi kepada KPU atas keputusan "menjegalnya" dari bursa calon presiden (capres). Pertama, KPU diminta membatalkan pernyataan TMS atas Gus Dur dan menetapkan mantan Ketua Umum PBNU itu tetap sebagai capres, pada pengumuman resmi 22 Mei 2004. Kedua, KPU tetap bertahan pada keputusannya. Bila demikian Gus Dur akan menggugat KPU ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tapi ia mengancam tak mau bertanggung jawab bila pendukungnya marah."Kalau sampai itu (KPU tetap mempertahankan keputusan) yang terjadi dan orang-orang bereaksi itu bukan salah saya,"kata Gus Dur.KPU memberikan waktu hingga 21 Mei 2004, kepada parpol untuk mengganti kandidatnya yang tak memenuhi syarat. Atas kemungkinan itu, Gus Dur mengancam akan keluar dari PKB bila partai itu memutuskan mencari capres lain. "Saya akan ada di luar. Kalau PKB punya calon lain silakan saja. Tapi saya akan berada di luar," katanya.Mengenai suara PKB selanjutnya Gus Dur tak peduli. "Nggak ada urusan. Saya pokoknya ada di luar."Sementara Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, Arifin PKB menyatakan partainya akan tetap melengkapi syarat-syarat yang diminta KPU. "Hari ini juga sudah lengkap tinggal mengirim saja ke KPU. Kita akan menunggu 22 Mei," katanya.
(iy/)











































