"Jadi kesaksian dari tim kami di lapangan menyebutkan kalau saat massa bergerak menuju ke tempat Ahmadiyah itu, ada orang-orang yang membagikan (pita) di titik-titik jalan," kata Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM) Banten Agus Setiawan saat dihubungi detikcom, Senin (14/2/2011).
Aksi kekerasan atas Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang itu terjadi pada Minggu 6 Februari lalu. 3 Anggota Ahmadiyah tewas akibat kejadian itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga pun berbondong-bondong bergerak ke lokasi. Termasuk sejumlah santri dan kyai. Apalagi entah dari mana muncul rombongan tidak jelas.
"Nah saat itu, ada yang membagi-bagikan pita biru, bisi teu pahili (agar tidak tertukar-red) kata orang yang membagikan itu," imbuhnya.
Bahkan, lanjut Agus, ada sejumlah kyai dan santri yang menolak memakai pita biru. "Itu sampai dipaksa-paksa sama orang itu suruh pakai," jelasnya.
Entah siapa orang-orang yang menyebarkan pita biru itu, Agus mengaku pihaknya juga masih melakukan penyelidikan. 6 Tersangka yang dia dampingi, termasuk M, mengaku tidak tahu menahu soal pita biru itu.
"Kita berharap, bagi mereka yang mempunyai video atau gambar orang yang membagikan pita biru itu agar diserahkan ke kita dan polisi agar bisa diteliti. Karena kesimpulan kita, kelompok pita biru dan penyerang ini berbeda dengan warga. Indikasinya warga tidak tahu siapa mereka," tutupnya.
(ndr/nrl)










































