"Yang didakwakan fitnah. Tidak benar, rekayasa. Untuk kaum Muslimin, jangan takut untuk berjuang di jalan Allah. Kalau berjuang di jalan Allah pasti akan ditolong. Jangan mundur! Tetap berjihad!" teriak perempuan bercadar itu.
Suaranya yang lantang sontak menyedot perhatian polisi, wartawan dan pengunjung pengadilan yang berlokasi di Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, itu pada Senin (14/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di belakang perempuan yang meneriakkan imbauan-imbauan itu, berdiri 6 perempuan lain yang berpenampilan sama. Usai perempuan itu meneriakkan imbauan, keenam perempuan di belakangnya menyerukan takbir.
"Ibu siapa?" tanya wartawan.
"Hamba Allah," ucapnya singkat.
Aksi para perempuan bercadar ini hanya memakan waktu 2-3 menit. Mereka kemudian dengan tertib meninggalkan pengadilan dengan sukarela.
Sementara itu, ratusan pendukung Ba'asyir sempat menggelar orasi setelah sidang pengasuh Pondok Pesantren Ngruki itu usai. Alhasil Jalan Ampera Raya menuju Cilandak macet parah.
Dalam aksinya pendemo membentangkan spanduk berlambang Densus 88 yang dicoret tanda silang merah. Spanduk itu bertuliskan 'Mari Berdoa Semoga Anak Cucu Kita Kelak Tidak Menjadi Anggota Polri'.
(vit/asy)











































