"Yang jelas saya tidak terima infomasi baik dari Kapolres saya, dari intel saya, sehingga saya tidak mengambil langkah-langkah," ujar Agus usai sertijab Kapolda Banten di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2011).
Agus mengatakan, sebelum insiden pecah, ia tidak menerima informasi soal kedatangan 17 anggota Ahmadiyah dari Jakarta ke Cikeusik. Padahal, kedatangan 17 orang tersebut yang menyebabkan warga marah dan menyerang.
Β "Awalnya kita nggak dapat informasi yang 17 (orang Jemaat Ahmadiyah) mau datang. Kita kan hanya mengamankan yang punya rumah, targetnya itu, itu selesai, ya selesai. Lokasinya kan jauh sekali kalau dari Polres (Pandeglang)," terang Agus.
Menurut Agus, beberapa hari sebelumnya, pemilik rumah Suparman telah diungsikan ke Polres agar aman dari warga. Namun soal kedatangan 17 warga Ahmadiyah, Agus tidak mendapatkan laporannya.
"Kalau ke saya tidak ada (laporan). Ke saya nggak ada," jelasnya.
Apakah Anda merasa kecolongan dengan insiden ini? "Nggak bisa juga, tapi kan Kapolres saya sudah antisipasi itu," kilah Agus.
Agus resmi menyerahkan jabatannya sebagai Kapolda Banten kepada Brigjen Putut Eko Bayuseno. Agus selanjutnya akan menempati jabatan sebagai staf ahli Kapolri bidang keamanan.
(ape/nwk)











































