PT KAI Minta Kereta Api Ekonomi Dikawal Polisi
Sabtu, 15 Mei 2004 16:38 WIB
Bandung - Dipicu kejadian perampokan KA Serayu, PT KAI meminta agar seluruh kereta api ekonomi kembali mendapat pengawalan dari kepolisian."Kejadian perampokan itu memang yang terburuk yang pernah dialami PT KAI. Untuk penanganan, Jumat kemarin saya sudah memberikan teleks kepada seluruh Daops (daerah operasi) agar seluruh kereta ekonomi mendapat pengawalan kembali."Demikian disampaikan Kahumas PT KAI Noor Hamidi di Stasiun KA Bandung Jawa Barat, Sabtu (15/5/2004). "Pengawalan kereta sempat ditarik untuk pengamanan Pemilu. Jadi sebelum masa pencoblosan, kereta ekonomi tidak dikawal lagi. Biasanya dikawal 2 polisi, minimal untuk menakut-nakuti," katanya.Menurut Noor, KAI sudah memetakan kembali kereta yang rawan untuk wajib dikawal. Dipastikan KA Progo dan Serayu akan mendapat pengawalan polisi.Diceritakan dia, pada Senin 3 Mei 2004, terjadi kasus penodongan di KA Progo Jakarta-Yogyakarta. Kasus itu menimpa seorang mahasiswa Yogyakarta yang ditodong di bordes (sambungan kereta), lalu dilempar ke luar kereta. Insiden tersebut terjadi di Trivi Telaga Sari antara Cirebon-Cikampek kabupaten Indramayu. Kasusnya sudah dilimpahkan ke kepolisian Cirebon.Pedagang AsonganMengenai keberadaan pedagang asongan, menurut Noor, KAI akan melakukan koreksi. Nantinya tidak akan diperbolehkan pedagang asongan berjualan di atas kereta. Minimal pada pedagang asongan itu akan diorganisir agar terdaftar dan tidak liar."Ini sulit, dan rencana penertiban ini harus diantisipasi betul-betul. Risikonya kereta bisa dilempari. Dulu pernah ada kejadian kereta dilempari hingga ada penumpang meninggal dunia," tuturnya.Penanganan pedagang asongan di kereta, menurut Noor, harus benar-benar bijak mengingat situasi ekonomi sosial yang masih sulit sekarang ini.Perampokan terburuk di atas kereta terjadi Kamis malam (13/5/2004). Komplotan perampok yang berjumlah 20-40 orang menjarah penumpang KA Serayu nomor 168 jurusan Jakarta-Bandung-Kroya. Selain merampok para penumpang, komplotan itu juga mendorong 6 penumpang sampai jatuh. Tercatat 30 orang melaporkan kehilangan uang, tas maupun barang-barang bawaan lainnya.
(sss/)











































