"Ya betul sudah berhasil kita evakuasi siang tadi. Setelah kita memulainya pada pada pukul 09.00 WIB," ujar Kepala Kantor Basarnas Tanjung Pinang, Bambang Subagyo, saat dihubungi detikcom, Minggu (13/2/2011).
Jenazah Fadlul langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan identifikasi. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Tanjung Pinang sambil menunggu penjemputan pihak Cassa 212 untuk dikembalikan ke keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa kita bilang yang cukup sulit dievakuasi dari 4 korban yang lainnya. Karena beliau sendiri berada di posisi paling depan yang berhadapan langsung dengan moncong pesawat. Belum lagi avtur yang menyebar serta badan pesawat yang kemasukan air setinggi 2,5 meter. Dan disitulah korban terjepit dan tertimpa body pesawat," jelasnya.
Bangkai pesawat, lanjut Bambang akan segera diangkat dari lokasi kejadian. Meskipun tidak hancur berkeping-keping, kondisi badan pesawat dalam keadaan patah-patah.
"Sekarang sedang mau diangkat untuk diambil mesinnya yang kemudian akan dipelajari oleh KNKT. Kondisi pesawat, ekornya patah antara 3 sampai 4 meter, sayap juga patah karena hantaman keras," kata Bambang.
Dengan ditemukannya Fadlul, proses evakuasi korban pesawat naas itu pun dipastikan telah selesai. Untuk 4 jenazah yang sebelumnya telah ditemukan, saat ini sudah diserahterimakan ke pihak Cassa.
Pesawat Cassa 212 yang jatuh di Desa Malang Rapat, Kec Teluk Dalam, Kabupaten Bintan, Kepri, kondisinya rusak parah. Walau tidak terdengar ledakan, pesawat berpenumpang lima orang itu menghantam tanah dengan deras.
Pesawat Cassa 212 yang jatuh di Desa Malang Rapat, Kec Teluk Dalam, Kabupaten Bintan, Kepri menewaskan 5 orang. Berikut nama-nama korban tersebut:
1. Kapten Pilot, Fadlul Karim.
2. Co Pilot, Richard.
3. Kru Teknisi, Suroto.
4. Kru Teknisi, Sahruk Nasution.
5. Kru Teknisi, Hendro Sutanto.
(lia/vit)










































