"Protes, protes sampai kami dapat apa yang kami minta!" teriak para demonstran ketika diminta tentara untuk pulang, demikian seperti dilansir dari AFP, Minggu (13/2/2011).
Akhirnya terjadilah kericuhan kecil antara demonstran dan tentara. Para demonstran menolak hingga janji-janji untuk reformasi dilaksanakan. Para tentara pun mengalah dan mengizinkan para demonstran bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewan Agung Militer yang mengambil alih pemerintahan sementara pun tetap akan mengawal untuk transisi damai untuk 'otoritas sipil yang terpilih untuk membangun negara demokratis yang bebas' meskipun tidak ada jadwal yang ditetapkan untuk mengisi kekosongan kekuasaan itu.
Demo anti pemerintah berkuasa di Mesir pertama kali terjadi pada Selasa 26 Januari lalu. Negeri pemilik terusan Suez ini terinspirasi gerakan revolusi di Tunisia. Para demonstran menuntut pengunduran diri Presiden Mesir Hosni Mubarak. Warga juga menginginkan adanya undang-undang yang mencegah seorang presiden berkuasa lebih dari dua periode.
Demonstrasi ini sempat terjadi bentrokan, bahkan tiga orang tewas. Ketiganya adalah dua demonstran dan satu polisi. Sekitar 250 orang juga terluka dalam insiden itu.
(nwk/nrl)











































