Sementara, polisi setempat berusaha membubarkan massa yang berdemo menuntut mundurnya Presiden Abdelaziz Boutifleka. Peluru plastik dan gas air mata digunakan untuk mencoba dan membubarkan kerumunan besar di kota besar.
Pemerintah menilai pengumpulan massa melalui internet bisa membawa pengaruh revolusi Mesir dan Tunisia. "Pemerintah tidak ingin kita membentuk banyak orang melalui internet," kata Koordinator untuk Perubahan Demokratis Aljazair, Rachid Salem seperti dikutip dari telegraph, Minggu (13/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ape/ape)











































