Mantan Kasum TNI Gembira Banyak Pihak Bicara Kasus Mei
Jumat, 14 Mei 2004 22:59 WIB
Jakarta - Mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI (Purn) Fahrulrozi merasa gembira karena banyak pihak yang berkeinginan membuka masalah kerusuhan Mei. Pasalnya, selama ini tidak ada 'orang lama' yang berbicara alias bungkam."Saya gembira kasus kerusuhan Mei diungkapkan. Dulu orang-orang lama yang selama ini tidak mau ngomong, sekarang ngomong," ujar Farulrozi kepada wartawan diMenara Imperium, Jakarta, Jumat (14/5/2004). Pernyataan itu menanggapi munculnya buku yang berisi kesaksian kasus Mei yang ditulis Fadli Zon. Buku itu mengungkapkan adanya pembiaran kerusuhan terkait dengan tudingan bahwa Wiranto yang saat itu menjabat sebagai Panglima TNI melarang untuk menurunkan pasukan untuk mengamankan keadaan. Bahkan Wiranto saat itu meninggalkan Jakarta berangkat ke Malang, Jawa Timur.Dalam kesempatan itu, Farulrozi mengatakan, keberangkatan mantan pimpinannya itu ke Malang untuk meresmikan pengalihan kodal guna mendorong upaya komitmen moral masing-masing pasukan terhadap misi yang dijalankan TNI. Wiranto pergi keMalang selama 3 jam dan itu bukan berarti tidak memantau kondisi di Jakarta saat itu.Bahkan menurut Farulrozi, saat di Malang Wiranto membawa sejumlah peralatan komunikasi yang setiap saat bisa dikontak. "Jadi tidak benar bahwa Wirantomenganggap enteng keadaan di Jakarta, karena beliau memerintahkan Kasum TNI untuk berjaga-jaga dan memantau keadaan," jelasnya.Menurut dia, salah apabila ada orang yang mengatakan Wiranto melarang pasukan untuk membantu pengamanan. Bahkan ketika Wiranto menanyakan kepada Pangdam Jaya(saat itu Sjafrie Syamsuddin) dan Kapolda Metro Jaya apakah sanggup mengatasi keadaan, keduanya menjawab sanggup. "Saya memuji langkah-langkah yang diambil Pangdam Jaya saat itu, silakan tanya kepada Pak Sjafrie," katanya. Ketika ditanya apakah pernyataan Kivlan Zein itu untuk menyudutkan Wiranto? Farulrozi enggan menjawab secara gamblang. "Kalau ada dugaan macam-macam soal itu saya tidak tahu. Tapi saya cukup gembira sekarang banyak yang bicara soal kerusuhan Mei," jawabnya singkat.Ditanya soal Pangkostrad yang dijabat Prabowo untuk tidak meminta Wiranto ke Malang, kata Fahrulrozi, selama ini dari catatan mantan ajudan Panglima TNI tidak pernah ada kontak untuk tidak meninggalkan Jakarta.
(rif/)











































