"Menag jangan buat pernyataan merestui kekerasan. Presiden harus tegur. Jewer telinganya. Kamu itu pejabat publik, bukan pejabat agama," kata Sosiolog UI, Thamrin Tamagola, dalam diskusi di Resto Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu, (12/2/2011).
Menurut Thamrin di dalam konstitusi tidak jelas, negara Indonesia negara sekuler atau agama. Akhirnya terjadilan negara bukan-bukaan seperti sekarang ini. "Masalah agama tidak bisa diatur dengan SKB. Itu terlalu mendasar. Harus dibuat UU yang yang melindungi minoritas," tandas Thamrin.
Lebih lanjut, Thamrin meminta masyarakat menilai secara fair terhadap Ahmadiyah. Dia mencontohkan pemenang nobel fisika pertama dari Islam adalah orang Pakistan Ahmadiyah. Pembangun gereja terbesar di Spanyol pasca perang salib juga Ahmadiyah.Β
"Dalam Islam, berlomba-lombalah dalam mencari kebaikan. Bubarkan kelompok picik, jahiliah, sinting tersebut," tandas Thamrin.
(asp/gah)











































