"Membubarkan keyakinan itu tentu tidak bisa. Tapi yang bisa adalah mencegah dampak dari Islam yang di luar mainstream," ujarnya.
Hal itu disampaikannya di sela-sela acara Konferensi Internasional 'Revitalization of Islam Challenges and Opportunity' di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Sabtu (12/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka pada umumnya bukan orang-orang intelek. Di desa-desa, tentu mereka gampang diluruskan," katanya.
Tragedi berdarah di Cikeusik, menurut Hasyim, menarik perhatian dunia internasional. Hal ini menimbulkan adanya dugaan kalau ada kepentingan asing yang bermain.
"Berkali-kali dari negara asing telepon ke Menlu kenapa Ahmadiyah begini. Padahal bentrok Sunni-Syiah di Pakistan, di Iran, di Lebanon nggak ada negara barat yang tanya," jelasnya.
(gah/mok)











































