Amerika Serikat (AS) negara yang memiliki kepentingan besar di Mesir dipastikan tidak akan tinggal diam dalam proses transini negara sekutunya ini.
"Barat dengan dimotori AS pasti akan bekerja keras untuk mengawal proses transisi sehingga
rezim baru tetap dalam track kepentingan besar barat dan Israel," ujar Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddik lewat rilis kepada detikcom, Sabtu (12/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi di Mesir ini akan menandai babak baru peta politik di kawasan Arab yang ditandai regenerasi kepemimpinan," terangnya.
Bangsa Mesir dan Tunisia yang saat ini dalam masa transisi harus mampu belajar dari pengalaman transisi demokrasi di negara-negara muslim lain. Lemahnya konsolidasi unsur kekuatan sipil dan kuatnya hegemoni kepentingan asing akan menjadi problem pokok yang harus diantisipasi.
"Bila tidak diantisipasi hegemoni barat, maka tumbangnya Mubarak sia-sia belaka. Turki bisa jadi benchmark yang bagus bagi transisi demokrasi kawasan Arab," imbuhnya.
(her/her)











































