Pemerintah Dinilai Diskriminasi Tangani WNI dan TKI di Luar Negeri

Pemerintah Dinilai Diskriminasi Tangani WNI dan TKI di Luar Negeri

- detikNews
Jumat, 11 Feb 2011 22:56 WIB
Pemerintah Dinilai Diskriminasi Tangani WNI dan TKI di Luar Negeri
Jakarta - Pemerintah dinilai melakukan diskriminasi dalam menangani persoalan warga negara Indonesia (WNI) non tenaga kerja Indonesia (TKI) dan yang menjadi TKI di luar negeri. Pemerintah terlihat tergopoh-gopoh saat melakukan evakuasi terhadap WNI di Mesir, sementara ribuan orang TKI di luar negeri yang masih terlunta-lunta menunggu perhatian pemerintah.

"Padahal baik TKI maupun non TKI yang ada di luar negeri, semuanya adalah warga negara Indonesia yang seharusnya mendapat perhatian dan perlakuan sama oleh pemerintah," kata pengamat masalah ketenagakerjaan, Janzy Sofyan kepada wartawan di RM Sate Pancoran, Jl Pancoran, Jakarta Selatan, Jum'at (11/2/2011) sore.

Janzy menegaskan bahwa diskriminasi perlakuan pemerintah itu seolah telah menempatkan para TKI sebagai kasta terendah dalam struktur masyarakat yang ada. Mengenai keberadaan TKI yang ada di Mesir, menjadi pertanyaan adalah apakah benar ada TKI di negara itu mengingat hingga saat ini Indonesia tidak punya perjanjian khusus dengan Mesir terkait penempatan para TKI itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalaupun ada TKI di Mesir, lalu darimana mereka masuk, karena hingga detik ini Indonesia tidak punya 'agreement' soal penempatan tenaga kerja ke negara itu," ujarnya seraya menambahkan wajar saja jika Menakertrans Muhaimin Iskandar kesulitan memverifikasi TKI yang ada di Mesir dan perlu pula dievakuasi.

Janzy mengatakan, kalaupun ternyata ada TKI di Mesir, maka hal itu ilegal dan ada ketidak beresan dalam penyaluran tenaga kerja sehingga harus diusut siapa yang telah menyalurkannya. Sementara mengenai konflik di Mesir yang mengancam para WNI di negara itu, Janzy percaya bahwa warga Mesir tidak akan melukai orang-orang asing yang ada disana.

Ia mencontohkan dengan kasus kerusuhan di Indonesia tahun 1998 silam yang tak pernah ada warga negara asing yang terluka atau menjadi terget kekerasan.

"Kalau kita bandingkan dengan kondisi kita sendiri waktu chaos 1998, tidak pernah terdengar ada warga negara asing yang teraniaya oleh massa. Karenanya saya juga yakin di Mesir pun nantinya tidak sampai ada warga asing yang dilukai karena
mereka bukan sasaran," pungkasnya.

(mrd/her)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini