Dalam siaran stasiun televisi Al-Jazeera pada Jumat (11/2/2011), disebutkan bahwa Mubarak telah meninggalkan Kairo beserta anggota keluarganya. Saat ini belum diketahui posisi terakhir Mubarak dan keluarganya berada.
Unjuk rasa yang semula berpusat di lapangan Tahrir kini menyebar ke sejumlah titik. Gedung televisi dan tentu saja istana kepresidenan menjadi incaran. Namun lokasi-lokasi itu dijaga militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unjuk rasa pada Jumat ini memang diperkirakan lebih besar dari hari sebelumnya. Unjuk rasa pun meluas ke kota-kota lain, bukan hanya di Kairo dan Alexandria. Pemimpin oposisi Mohammad El Baradei pun menggambarkan betapa dahsyatnya unjuk rasa kali ini.
"Mesir akan meledak. Militer harus menyelamatkan negara sekarang," tulis El Baradei dalam akun twitternya.
Desakan untuk Mubarak juga kian berani dari Uni Eropa. Bahkan Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke Rasmussen menjadi pemimpin Uni Eropa pertama yang menyerukan Mubarak untuk turun.
(her/gah)











































