Tarif Monorel Rp 3.500-Rp 7.500
Jumat, 14 Mei 2004 17:58 WIB
Jakarta - Membayangkan Jakarta bebas macet tentu menyenangkan. Jurus yang dikeluarkan Pemda DKI kali ini yakni membangun monorel. Tapi tarifnya tak murah. Direncanakan tiket dipatok antara Rp 3.500-Rp 7.500. Masalah tarif itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dalam jumpa pers usai penandatangan MoU pembangunan monorel di Balaikota, Jl. Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (14/5/2004). "Direncanakan tiket Rp 3.500-Rp 7.500. Tapi tergantung jarak," kata Sutiyoso.Pembangunan monorel direncanakan dimulai Mei 2004 ini dan diharapkan tahun 2006 sudah dapat beroperasi.Seperti apakah rupa monorel? Monorel bentuknya nyaris sama kereta api. Hanya saja, rel kereta ini berada di jalan layang yang dibangun di atas jalan yang sudah ada. Bisa saja kita kemudian menyebutnya "kereta api terbang". Karena "terbang" itulah, Sutiyoso menjanjikan pembangunan proyek tersebut tidak akan banyak memerlukan pembebasan lahan. "Karena ini akan melalui jalan raya dan stasiunnya terletak di atas," kata Sutiyoso. Yang lebih menyenangkan lagi polusi dijanjikan akan berkurang dengan adanya monorel. Kata Sutiyoso, monorel tidak akan menimbulkan polusi karena menggunakan bahan bakar listrik.Kereta api "terbang" ini bisa mengangkut penumpang dalam jumlah sangat besar. Diperkirakan per jam sekitar 10-30 ribu orang akan bisa terangkut. Total 30 stasiun akan dibangun untuk monorel tersebut. Monorel akan melewati 2 jalur, yakni jalur hijau dan jalur biru.Jalur hijau membentang sepanjang rute Segitiga Emas, mulai Cassablanca, Kuningan hingga Sudirman. Sedangkan jalur biru antara Kampung Melayu-Kota. Berapa dana yang disiapkan untuk proyek impian ini? Presdir Jakarta Monorel Ruslan Diwiryo menyatakan, sedikitnya 800 juta dolar AS akan dikucurkan. Dana itu sebesar 600 juta dolar AS berasal dari joint venture antara PT Indonesia Transit Centre dan Omnico Consortium dari Singapura. Sedangkan sisanya 200 juta dolar AS dari bank Italia, Banka Intesa. Diperkirakan dalam waktu 9 tahun operasi, dana tersebut sudah bisa kembali. Bisakah monorel ini mengatasi macet mengingat busway saja kedodoran? Sutiyoso tak berani memberi harapan banyak. Monorel, katanya, hanyalah salah satu upaya untuk terus memperbaiki transportasi di Jakarta. "Kami merasa transportasi adalah masalah penting dan harus terus dilakukan perbaikan-perbaikan. Monoorel ini ditujukan untuk mengatasi masalah kemacetan yang akan terus bertambanh di tahun-tahun berikutnya," demikian Sutiyoso. Ditambahkan, monorel selanjutnya akan menjadi bagian transportasi publik yang terintegrasi dengan busway, subway dan transportasi air.
(iy/)











































