"Setelah 30 tahun, kami lelah mendengarkan dia (Mubarak), semua rakyat ingin dia pergi," kata warga Mesir, Mohamed Ibrahim (42) yang bekerja sebagai guru seperti dikutip AFP, Jumat (11/2/2011).
Unjuk rasa yang semula berpusat di Lapangan Tahrir kini menyebar ke sejumlah titik. Gedung televisi dan tentu saja istana kepresidenan menjadi incaran. Namun lokasi-lokasi itu dijaga militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unjuk rasa pada Jumat ini memang diperkirakan lebih besar dari hari sebelumnya. Unjuk rasa pun meluas ke kota-kota lain, bukan hanya di Kairo dan Alexandria. Pemimpin oposisi Mohammed ElBaradei pun menggambarkan betapa dahsyatnya unjuk rasa kali ini.
"Mesir akan meledak. Militer harus menyelamatkan negara sekarang," tulis ElBaradei dalam akun twitternya.
(ndr/fay)










































