Tahanan Irak Beberkan Penyiksaan & Pelecehan di Abu Gharib
Jumat, 14 Mei 2004 17:54 WIB
Jakarta -
Para tahanan yang baru dibebaskan dari penjara Abu Gharib, Irak membeberkan penyiksaan dan pelecehan yang mereka alami selama ditahan pasukan AS. Ada yang mengaku disuruh bergantung di dinding selama berjam-jam.Salah seorang tahanan Irak bahkan mengungkapkan, dua prajurit AS sengaja melakukan hubungan intim di depan matanya. Demikian pengakuan Abu Mustafa, yang baru saja dibebaskan dari penjara Abu Gharib, seperti dilansir AFP, Jumat (14/5/2004). Kepada wartawan, pemuda berusia 24 tahun itu mengatakan dirinya ditangkap 10 bulan lalu oleh pasukan AS, yang menuduhnya sebagai pemimpin sebuah kelompok teroris."Mereka menaruh saya di tempat terpisah selama enam hari. Mereka menggantung saya dengan tangan ke atas dinding selama lima jam," cetusnya.Menurut pengakuannya, ketika ia tengah dirawat di rumah sakit, dua prajurit AS (pria dan wanita) datang menemuinya dan kemudian melakukan hubungan seks tepat di depan matanya.Tahanan lain, Mohammed Zadian, yang ditahan selama empat bulan, juga mengaku mendapat siksaan oleh tentara AS. Lelaki berusia 45 tahun itu disiksa saat dipaksa mengaku dirinya menyerang pasukan Amerika.Kedua tahanan yang baru dibebaskan itu merupakan bagian dari ratusan tahanan yang dijadwalkan bebas dari penjara yang menjadi pusat skandal penyiksaan oleh tentara AS.Brigjen. Mark Kimmitt, deputi kepala operasi militer AS mengumumkan bahwa 315 tahanan Irak akan dibebaskan hari Jumat (14/5/2004) ini. Pembebasan tahanan berikutnya akan dilakukan minggu depan.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































