Amien-Siswono Isi Kabinet dengan Orang yang Kompeten
Jumat, 14 Mei 2004 17:08 WIB
Bandung - Dwitunggal Amien Rais-Siswono Yudo Husodo mengaku sudah mempersiapkan bakal anggota kabinetnya jika nantinya terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Kabinet Amien-Siswono ini nantinya bakal diisi dengan sosok profesional dan kompeten di bidangnya.Demikian ditegaskan Siswono Yudo Husodo ketika berbicara dalam acara Studium General di depan civitas akademika ITB, di Aula Timur kampus Ganesha Bandung, Jumat (15/5/2004) sore.Pak Sis, panggilan akrabnya menegaskan bahwa bukannya ingin mendahului soal hasil pemilihan presiden yang belum pasti. "Namun memang pemerintahan jika ingin berhasil membawa rakyat dan bangsanya ke era yang lebih baik, memang harus dipersiapkan secara profesional dan diisi oleh mereka yang kompeten," tegasnya.Namun Siswono mengaku pihaknya masih belum menetapkan dengan pasti komposisi atau perwakilan kekuatan politik mana yang akan mendukung kabinetnya nanti. "Kalau soal itu belum," katanya.Yang jelas, dalam uraiannya yang disajikan secara panjang lebar, Pak Sis menuturkan bahwa Indonesia memang pernah salah urus. Landasan kebijakan yang diambil belum menyentuh peningkatan kesejahteraan bagi rakyatnya. Bahkan dalam banyak hal, kebijakan yang diambil salah kaprah dan salah arah. "Justru mematikan banyak sektor kehidupan bagi rakyatnya dan membuat negara lain menjadi maju dan mengambil manfaat dari kita," tuturnya.Salah urus itu sendiri menurutnya banyak berpangkal dari tidak tepatnya menempatkan orang yang menjalankan roda pemerintahan. "Banyak orang yang sama sekali tidak kita kenal dan kompeten di bidangnya. Tahu-tahu sudah jadi menteri karena hanya ada bargaining politik. Akibatnya fatal," katanya seraya menunjukkan contoh-contoh itu di pemerintahan yang lalu. Beberapa contoh dikemukakannya, mulai dari kegagalan sektor pertanian untuk swasembada beras dan menyejahterakan petaninya, pembangunan sektor industri yang hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar, kebijakan fiskal dan moneter yang kian menjerumuskan rakyat, dan banyak contoh lainnya. Di sisi lain, Siswono mencontohkan keberhasilan banyak negara seperti Korea Selatan, Taiwan, RRC, Jepang dan lainnya yang berhasil menjadikan negaranya sebagai salah satu negara maju. Karena itu, 3 unsur utama dalam kepemimpinan nasional yang nanti akan dibentuknya adalah keteladanan, entrepreunerial dan kemampuan manajerial. "Bagaimana pemimpin harus menjadi teladan, menjadi motivator dan mengkoordinasikan berbagai hal untuk rakyatnya," tegasnya.
(asy/)











































