AS Bebaskan 300 Tahanan Irak
Jumat, 14 Mei 2004 16:49 WIB
Jakarta - Amerika Serikat memulai pembebasan terjadwal lebih dari 300 tahanan Irak dari penjara Abu Ghraib, hari Jumat (14/5/2004) ini. Pembebasan ini dilakukan sehari setelah Menteri Pertahanan AS Donald H. Rumsfeld melakukan kunjungan mendadak ke penjara yang menjadi sumber skandal penganiayaan tahanan Irak oleh tentara AS.Koalisi secara berkala akan melepaskan para tahanan dari Abu Ghraib di pinggiran ibukota Baghdad. Sekitar 315 tawanan dijadwalkan bebas pada Jumat (14/5/2004) waktu setempat. Pembebasan berikutnya dijadwalkan pada 21 Mei mendatang. Demikian seperti dilansir kantor berita AP, Jumat (14/5/2004).Selama kunjungannya ke Irak, Rumsfeld mendesak komandan penjara Mayjen. Geoffrey Miller untuk mengurangi penghuni penjara secepat mungkin. Menurut Miller, sekitar 300 hingga 400 tahanan setiap minggunya akan dibebaskan langsung ataupun dialihkan ke sistem peradilan Irak.Jumlah warga Irak yang ditahan di penjara Abu Ghraib mencapai 3.800 orang. Mereka semua merupakan "tahanan keamanan" atau orang-orang yang dicurigai berperan dalam serangan pemberontak terhadap pasukan koalisi. Demikian ujar Miller.Seluruh tahanan yang berada di bawah kontrol AS sudah harus dipindahkan dari bangunan penjara tua Abu Ghraib pada akhir bulan ini. Mereka akan dipindahkan ke kompleks baru kamp terbuka yang dibangun untuk memberikan kondisi yang lebih baik.
(ita/)











































