Minggu, Kader Muda NU Jateng Bahas 'Polah' Elitnya
Jumat, 14 Mei 2004 16:38 WIB
Semarang - Resah karena banyak tokoh NU yang jadi 'aktor politik', kader-kader muda NU Jateng akan mengadakan pertemuan Minggu lusa (16/5/2004). Mereka mengundang mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa, Munif Huda, dan Wakil MPR RI Muhaimin Iskandar.Diperkirakan, sebanyak 100 aktivis muda NU yang bergerak di dunia LSM, akademisi, jalur kultural, dan kaum profesional, akan hadir. Pertemuan tersebut akan diadakan di Wisma Dinkes, Jl. Pahlawan, Semarang. Di sana, mereka akan membahas 'polah' orang tua mereka menjelang pilpres 5 Juli mendatang.Menurut salah satu aktivis muda NU, Arif Ruba'i, dalam pertemuan nanti mereka juga mengundang anak-anak muda NU DKI Jakarta, DIY, dan Jatim. "Kami ingin anak-anak muda NU tidak terjebak pada dukung-mendukung capres - cawapres dari NU," kata Ruba'i kepada detikcom di kediamannya, Jl. Genuk, Jum'at (14/5/2004).Rubai yang juga pendiri Yayasan Wahyu Sosial Semarang menyatakan, sudah saatnya NU mengaca diri. Banyaknya orang tua mereka yang masuk ke politik praktis mengakibatkan jami'ah terbengkalai. Banyak warga nahdliyin yang bingung, tak tahu harus mengadu ke mana."Sebagai wujud keprihatinan, kami tak akan mendukung satu pun capres - cawapres meski mereka berasal dari NU. Bagaimana pun, amat riskan kalau pertaruhan NU hanya untuk posisi capres atau cawapres," lanjut Ruba'i didampingi beberapa anak muda NU lainnya.Menurut Ruba'i yang juga aktif di dunia buruh ini, yang dihadapi warga nahdliyin menjelang pilpres adalah bangsa, masyarakat, dan NU sendiri. "Tiga pilar itulah yang harusnya dipikirkan. Bukan beralasan demi kepentingan bangsa, tapi membawa-bawa NU," lanjut lelaki gondrong yang pernah aktif juga di PBNU ini.Kedatangan Khofifah Indar Parawansa, Munif Huda yang dikenal sebagai pendamping Gus Dur, dan Muhaimin Iskandar, kata dia, resmi secara pribadi. Bukan mewakili organisasi atau institusinya. Mereka diundang karena punya concern terhadap permasalahan yang diangkat anak muda NU Jateng.
(nrl/)











































