"Seharusnya kejadian seperti di Cikeusik dan Temanggung itu tidak perlu terjadi jika memang pemerintah tidak melakukan pembiaran. Peran negara melalui aparatnya sejak awal kejadian sama sekali tidak ada," ujar Syafii kepada wartawan seusai menghadiri deklarasi pengaduan pembohongan publik di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Surakarta, Jumat (11/2/2011).
Dia mempertanyakan peran-peran pemerintah sebagai memelihara kehidupan rakyat. Syafii juga mempertanyakan peran aparat keamanan melalui perangkat intelejennya yang sepertinya sama sekali tidak mendeteksi tentang potensi akan terjadinya kerusuhan. Demikian pula peran aparat keamanan dalam melerai kerusuhan.
"Saya melihat dalam berbagai peristiwa itu, seperti terjadi pembiaran. Kekerasan antarwarga itu dibiarkan saja terjadi. Atau juga mungkin gabungan antara pembiaraan dan ketidakmampuan pemerintah," ujarnya.
Lebih lanjut, Syafii meminta pemerintah bisa menjaga kedaulatan, dan dengan segera sadar untuk mengelola negara dengan baik. Dia berharap pemerintah mampu menyelesaikan tugasnya mengatasi persoalan antar warga tanpa perlu menunggu ada tekanan dari organisasi asing. (mbr/fay)











































